JAKARTA, KOMPAS.com – Sembilan rumah rusak akibat gempa di Brebes, Jawa Tengah, yang terdiri dari dua rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak ringan.

“Total ada 36 jiwa atau sembilan kepala keluarga yang terdampak gempa, dua rumah rusak berat terdapat di Dukuh Sindangsari dan Kastori, sedangkan tujuh rumah rusak ringan terdapat di Dukuh Pasir Salem,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik di Jakarta, Sabtu (13/7/2013).

Sutopo mengatakan, kerusakan tersebut sebagai dampak dari gempa 4,7 Skala Richter yang terjadi pada Sabtu pukul 08.10 WIB, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

“Pusat gempa di darat, pada koordinat 7.06 Lintang Selatan 108.73 Bujur Timur, kedalaman 10 km, 15 km barat daya Brebes, atau 29 km tenggara Kota Kuningan,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, pusat gempa tepatnya masuk ke dalam Kecamatan Cibingbing Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Intensitas gempa, lanjut Sutopo, dirasakan di Kota Brebes III MMI, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

“Sedangkan di Kecamatan Cibingbing dan Kecamatan Bantarkawung intensitas mencapai IV MMI. Intensitas IV MMI dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi.

Sutopo mengemukakan, diperkirakan sumber gempa terletak di antara sesar Bumi Ayu dan Sesar Bantar Kawung yang berada di darat.

“Menurut catatan dari Badan Geologi, di sekitar Kabupaten Brebes pernah terjadi gempa dari sesar tersebut, seperti 21 Oktober 1931, 16 Juni 1971, dan 4 Februari 1992 yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, gempa bersifat mendadak, tidak bisa diprediksi secara tepat kapan terjadi dan korban pada umumnya terjadi bukan karena gempanya, tetapi karena bangunan yang runtuh akibat gempa.