BREBES, suaramerdeka.com – Ratusan petani di Kabupaten Brebes berdemontrasi di Kantor Bupati Brebes, Jalan P Diponegoro, Senin (20/5). Mereka berunjukrasa bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, untuk menolak impor produk pertanian, termasuk bawang merah.

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes itu, juga mendesak DPR RI untuk rancangan undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani. Selain itu mereka juga meminta agar Brebes dijadikan pusat pembibitan bawang merah di Indonesia, sebagai upaya mencegah impor bibit bawang. Kemudian, meminta kebijakan pemerintah yang selalu melindungi petani.

Dalam aksinya itu, para petani tak hanya membawa puluhan poster yang bertuliskan menolak bawang impor dan meminta perlindungan pemerintah, mereka juga membawa berbagai produk hasil pertanian. Di antaranya, bawang merah, singkong, kacang tanah, jagung dan beberapa produk pertanian lokal lainnya.

Secara simbolis, hasil pertanian itu diserahkan kepada Bupati Brebes yang diwakilkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemkab Brebes, Budhiharso DH.
“Kami intinya menunut menolak kebijakan impor produk pertanian. Kalau di Brebes berarti tolak bawang impor. Sebab, produk impor akan menyengsarakan petani,” tandas Koordinator Aksi, Moh Subhan.

Dia mengatakan, momentum hari Kebangkitan Nasional itu diharapkan menjadi titik kebangkitan petani Indonesia. Karena itu, petani meminta mendapat perlindungan dari pemerintah dari tekanan produk impor, salah satunya bawang impor di Brebes.

Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat agar lebih mencintai produk pertanian dalam negeri. Sebab, pada dasaranya impor atau perdagangan bebas itu bentuk penjajahan baru.
“Karena itu, moment kembangkitan Nasional ini menjadi titik gerakan untuk menyadarkan masyarakat cinta terhadap produk dalam negeri, sebagai bentuk perlawanan impor,” katanya.

sumber: suara merdeka