PAGUYANGAN – Kondisi sarana pendidikan di SMP Negeri 03 Paguyangan Kecamatan Paguyangan cukup memprihatinkan. Dari 11 lokal ruangan yang digunakan sebagai sarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), 70 persen di antaranya dalam kondisi rusak. Kerusakan utamanya terjadi pada bagian dinding bangunan dan lantai kelas, yang rata-rata telah pecah dan amblas. Kepala SMP Negeri 03 Paguyangan Drs Sobar Yakub membenarkan kondisi yang saat ini terjadi di sekolahnya tersebut. Dikatakan, kondisi kerusakan ruang kelas cukup mengganggu kegiatan 448 siswa yang menggunakannya. “Kerusakan lantai merata di seluruh ruang kelas, baik amblas maupun pecah, hingga menyebabkan keramik lantai pecah-pecah. Kami khawatir kondisi ini secara psikologis mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar,” ungkapnya, Rabu (23/5). Selain kondisi ruangan, meubeler yang juga merupakan sarana penunjang KBM siswa hanya dua kelas saja yang dalam kondisi baik. Hal yang sama juga terjadi pada laboraturium komputer, di mana saat ini hanya 4 unit komputer yang bisa dioperasikan siswa secara bergantian. “Sedianya seluruh guru di sini merupakan sarjana dan mumpuni di bidangnya, hanya saja kondisi sarana yang mengalami kerusakan menjadi kendala,” kata Sobar. Diakuinya, sekolah tersebut terakhir menerima bantuan pada tahun 2010 melalui APBD II berupa rehab ringan yang ditujukan bagi dua ruang kelas. “Saat ini dengan kondisi kerusakan yang terjadi, kami tengah mengajukan usulan rehab berat melalui APBNP. Sehingga semangat pembangunan pedididikan akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Sobar. –42M1– dikutip dari Radar Tegal, Rabu, 23 Mei 2012