BREBES, suaramerdeka.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Brebes secara tegas melarang siswa SMA/ SMK melakukan aksi konvoi dan corat-coret baju seragam, saat pengumuman kelulusan. Selain akan mengganggu lalu lintas, tindakan yang sudah menjadi tradisi para pelajar untuk merayakan kelulusannya itu dinilai tidak terpuji.

“Saya menghimbau agar siswa tidak melakukan konvoi sepeda motor dan akis corat-coret. Tindakan itu akan mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum,” tandas Kepala Disdik Pemkab Brebes, Doktor Angkatno, Jumat (18/5).

Dia mengatakan, pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) untuk siswa SM, SMK dan MA akan dilaksanakan secara serentak, Sabtu (26/5). Guna mengantisipasi siswa berkonvoi dan melakukan aksi corat-coret, pihaknya sudah mengirimkan surat himbauan kepada seluruh Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan tingkat kecamatan, yang selanjutnya disebarkan ke suluruh sekolah.

“Yang jelas, kami melarang melakukan aksi itu. Kami juga meminta setiap sekolah melaksanakan pengumuman kelulusan sesuai prosedur yang ditetapkan,” ujarnya.

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Pemkab Brebes Drs Sri Lahir mengatakan, secara teknis proses pengumuman dilaksanakan di setiap sekolah. Hasil pengumuman nantinya akan diserahkan kepada orang tua. Selain itu, pihaknya juga memberikan masukan kalau bisa pengumuman dibuka melalui internet.

Langkah itu ditempuh sebagai upaya antisipasi siswa konvoi maupun aksi corat-coret. “Ini untuk menghindari siswa jreng-jrengan motor di jalan,” katanya.

–42M1–

dikutip dari Suara Merdeka (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/05/18/118709/Pelajar-di-Brebes-Dilarang-Konvoi-Motor-dan-Aksi-Corat-coret) pada 25 Mei 2012 pukul 12:46