Ratusan warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mendatangi balai desa setempat, Senin pagi (30/1). Mereka datang berunjukrasa untuk menuntut Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) diberhentikan. Hal itu karena dipicu masalah pengelolaan tanah bengkok desa yang tidak transparan. Warga mendatangi balai desa sejak pukul 08.30. Di tempat itu mereka berorasi menuntuk Pjs Kades yang dijabat Suwardoyo diberhentikan. Pasalnya, warga menilai Pjs dalam mengelola bengkok tidak transparan kepada masyarakat. Aksi warga yang semula damai, sempat tegang menyusul adanya beberapa orang memprotes warga yang sedang orasi. Mereka terlibat adu mulut, bahkan nyaris terjadi gesekan. Namun berkat kesigapan anggota Polsek Bulakamba yang dipimpin langsung Kapolsek AKP sobari, ketegangan dapat diredakan. “Kami tuntutanya segera diberhentikan Pjs Kades,” tandas Suwarso, koordinator aksi warga saat berorasi. Dia mengatakan, ada empat poin yang menyebabkan warga mendesak Pjs diberhentikan. Yakni, masalah tanah bengkok. Sejak diangkat Pjs kades pada Februari 2009, sesuai surat bupati tanah bengkok mestinya menjadi aset desa, tetapi tidak pernah diketahui masyarakat. Setelah diperhentikannya dua pamong desa di tahun 2009, seharusnya tanah bengkok dikembalikan ke desa, tetapi juga tidak diketahui. “Dikemanakan tanah bengkok desa ini,” tegasnya. Selain itu, Pjs kades yang menjabat saat ini terlalu banyka rangkap jabatan. Yakni, sebagai Pjs kades, Sekretaris Desa dan Guru. Hal itu menyebabkan jalanya roda pemerintahan menjadi terhambat. “Lembaga pendukung pemerintahan desa, selama ini juga banya tidak dilibatkan. Ini memicu banyak terjadinya penyimpangan,” terangnya. Sementara itu, sebanyak sepuluh perwakilan warga yang berunjukrasa melakukan audiensi dengan camat dan Bagian Pemeritahan Desa Setda Pemkab Brebes. Hingga berita ditulis, audiensi warga masih berlangsung.

–42M1–

dikutip dari : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/01/30/108047/Ratusan-Warga-di-Brebes-Demo-Tuntut-Pjs-Kades-Diberhentikan