BREBES – Pemerintah seharusnya tidak perlu mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Hal itu karena kebutuhan pangan dalam negeri masih bisa dipenuhi oleh produksi petani di Indonesia.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes Masrukhi Bachro, Kamis (20/10/2011), mengatakan, seharusnya Indonesia tidak perlu mengimpor beras karena petani di dalam negeri masih bisa memenuhinya. Selain itu, masuknya beras impor ke Indonesia akan merugikan petani karena akan berdampak secara psikologis terhadap penurunan harga beras.

“Tujuannya untuk swasembada, kedaulatan pangan. Kalau sedikit-sedikit impor, kapan mau mandiri,” ujarnya.

Harga beras yang ada saat ini juga masih terjangkau masyarakat. Masyarakat miskin yang dikhawatirkan tidak mampu membeli beras masih tetap bisa menikmatinya karena mereka mendapatkan bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin). “Misalnya, harga beras Rp 8.000 per kilogram, itu masih wajar. Masyarakat masih bisa membeli. Sementara warga miskin ada bantuan beras miskin,” katanya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah lebih mendorong peningkatan produksi beras dalam negeri. Hal itu antara lain dengan memberikan jaminan harga tinggi saat panen raya serta memberikan insentif kepada petani yang mampu menghasilkan produksi di atas rata-rata. “Nanti, petani akan semangat untuk meningkatkan produksi,” tambahnya.

–42M1– dikutip dari : Kompas.com, 20 oktober 2011