BREBES – Dua siswa SMP di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu AD dan AH yang sempat ditahan akhirnya ditangguhkan, Selasa (11/10/2011) siang. Namun keduanya dikenai wajib lapor ke polisi, dua kali dalam sepekan, yaitu Senin dan Kamis.
Dua siswa itu ditahan sejak 28 September lalu, karena diduga memukul siswa dari SMP lainnya di Kecamatan Ketanggungan, Aj. Kedua pelaku, diduga memukul korban saat mereka sedang menengok teman masing-masing, yang sedang berkemah di Lapangan Karangmalang, Ketanggungan, pada 24 September.
Saat penangguhan penahanan dikabulkan, kedua siswa itu didampingi oleh petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Kekerasan Terhadap Ibu dan Anak, Tekad Ibu dan Anak Sejahtera (Tiara) Brebes, Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, dan kedua orang tua mereka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes, Ajun Komisaris Sugeng, mengatakan, penangguhan penahanan atas permohonan PPT Tiara dan keluarga.
Selain itu, juga atas beberapa pertimbangan, yaitu kedua pelaku tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengulangi perbuatannya, masih berstatus sebagai pelajar, serta sewaktu-waktu siap datang, apabila dibutuhkan oleh polisi.
Usai penangguhan, kedua pelaku bersama petugas PPT Tiara, serta orang tua masing-masing, singgah di kantor Dewan Pendidikan Brebes.
Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Brebes, Wijanarto, berharap, kedua siswa tersebut bisa menjaga perilaku, dan tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Selain itu, keduanya juga diharapkan bisa segera masuk sekolah lagi.
Selanjutnya, Dewan Pendidikan Brebes mengantar kedua siswa tersebut hingga sekolah mereka, agar keduanya kembali mendapat pembinaan di sekolah.
Sanaah (42), ibu Ah, mengaku lega anaknya bisa keluar dari tahanan dan sekolah lagi. Ia berjanji akan mendidik anaknya lebih baik, agar tidak kembali mengulangi perbuatannya.
–42M1– sumber : Kompas.com, Rabu, 12 Oktober 2011