Sebagian masyarakat desa Kubangwungu bermata pencaharian sebagai pengrajin tai / tambang yang biasa digunakan pada kapal, disamping sebagai petani ada umumnya. Kegiatan masyarakat Kubangwungu membuat tambang / tali ini dapat terlihat di sepanjang jalan alternatif Pejagan – Prupuk Via Ketanggungan, di Desa Kubangwungu. Mereka mengerjakannya di pinggiran jalan dengan panjang hingga puluhan meter.
Awalnya, pembuatan tali rami seperti yang ada di desa kubangwungu ini merupakan tali dengan bahan pelepah pisang. Namun, seiring perkembangan zaman, semakin berkembang pula penggunaan bahan baku tali yang saat ini sudah menggunakan bahan baku dari limbah pabrik, seperti limbah kemasan makanan anak dari plastik dan limbah pabrik tekstil. Limbah yang digunakan merupakan limbah panjang, dari kain atau plastik yang dipotong memanjang dan kemudian dililitkan dan dijadikan tali. Limbah kain biasanya mereka pesan dari pabrik tekstil.
Saat ini, sudah banyak pesanan tambang Kubangwungu dari berbagai kota di luar Brebes, namun yang menjadi kendala saat ini adalah terbatasnya bahan baku yang ada.
Pada Bulan Ramdhan, para perajin menerima order lebih banyak, dalam satu hari antara 40-60 gulung tali. Pemesanan berasal dari kota luar Brebes, seperti Batang, Pekalongan, Semarang, bahkan sampai ada dari Jakarta, Surabaya dan Madura.

–42M1–
Sumber : Wikipedia Indonesia