Brebes – PEtani Kapulaga, yaitu rempah yang digunakan sebagai campuran jamu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Kendala tersedianya bibit masih mengancam petani Kapulaga.
Sentra pengembangan Kapulaga dilakukan di enam wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Salem, Bantarkawung, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan dan Sirampog, yang merupakan wilayah selatan kabupaten Brebes. Daerah tersebut memiliki ketinggian 500 meter dan lebih dari permukaan air laut dengan wilayah yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman Kapulaga.
Areal tanaman Kapulaga sekitar 30 hektare dengan jumlah petani 3.000 orang sudah berkembang di wilayah tersebut. Rata-rata permintaan Kapulaga dari perusahaan jamu mencapai 5 ton perbulan. Harga kapulaga yang sudah dikeringkan sekitar Rp. 48.000 per kilogram.

–42M1–