H+4 DAN H+5 lebaran Idul Fitri tahun 2011 kemarin merupakan puncak arus balik pemudik yang melewati jalur alternatif Ketanggungan. Ribuan kendaraan pemudik melawati jalur ini. Akibatnya, antrena kendaraan pun tak dapat dihindarkan.

Antrean mulai terlihat sekitar pukul 9.00 WIB sampai malam hari. Kondisi seperti ini diperparah dengan bertemunya arus dari Purwokerto dan Slawi. Akibatnya terjadi antrean kendaraan dari kedua arus tersebut.

Dari arah Purwokerto, antrean kendaraan sudah mulai terlihat sejak kecamatan Larangan, sebelah timur pasar larangan, hingga beberapa waktu tertentu, antrean kendaraan sampai menjelang jembatan Poncol, melewati pasar Larangan sampai Dermoleng, Ketanggungan. menyikapi kondisi seperti ini, arus yang mengarah ke Purwokerto melewati Kubangwungu ditutup dan dialihkan ke timur melewati desa Bulakelor – Luwunggede – Kintel sampai Larangan, atau melewati Wanacala – Songgom kemudian Prupuk.

Dari arah Slawi, antrean kendaraan terlihat dari Desa Dukuhturi, tepatnya di makam desa Dukuhturi, sampai Dermoleng.

Kedua arah tersebut bertemu di Pertigaan Dermoleng, menyebabkan antrean sampai di jalan Tol Pejagan. Antrean kendaraan di ruas Ketanggungan – Larangan sekitar 7-8km, sedangkan di ruas Ketanggungan – Slawi mencapai 3 km, dari Ketanggungan.

Dalam kondisi seperti ini, keadaan arus tetap padat merayap, hanya sesekali keadaannya macet total, seperti saat melintasnya kereta api di jalur Ketanggungan – Larangan.

–42M1–Spesial Mudik 2011—