Brebes – Ciregol yang sempat dinonaktifkan karena amblas dan longsor, keadaannya saat ini sudah mulus. Namun, hanya diperbolahkan untuk kendaraan kecil saja. Untuk kendaraan berat seperti Truk gandeng dan tronton (bersumbu lebih dari satu), baru akan diperbolahkan melintasi jalur Tegal – Purwokerto ini pada H+7. Hal ini ditujukan agar kondisi jalan tetap stabil sampai arus mudik/balik mendatang. Untuk mengantisipasi adanya truk berat yang melintas, Kepala Terminal Bumiayu, Ari Mardiyono SIP dan pihaknya telah memasang rambu peringatan untuk kendaraan berat agar tidak melintas, selain itu ditempatkan petugas untuk mengawasi kendaraan yang akan melintas. Hanya kendaraan yang muatannya tidak lebih dari 8 ton, kecuali Truk pengangkut sembako (15 ton) yang boleh melintasi jalan ciregol.
Pada sekitar jalan tersebut, dijelaskan oleh PT Bina Marga Wilayah Tegal, Danang Triwibowo, pada Jumat (8/7), bahwa perbaikan jalan Ciregol memasukitahap pengeprasan bukit. Tanah hasil pengeprasan akan digunakan untuk menguruk tebing yang lingsor. Pantauan dari Suara Merdeka News, dijelaskan ada tiga unit alat berat yang diterjunkan untuk mempercepat perbaikan dan pengeprasan. Mobilitas kendaraan pengankut tanah juga diterjunkan. Keadaan arus lalu lintas di jalan Ciregol tersebut tergolong ramai namun lancar.

–42M1–
Sumber Berita : Suara Merdeka News, Kamis, 4 Agustus 2011