Brebes – Jembatan Pemali kota Brebes akhirnya dibuka. Setelah lebih kurang empat bulan dilakukan perbaikan jembatan, yang mengakibatkan kemacetan parah di Pantura Brebes. Puluhan warga melakukan syujud syukur berjamaah di atas Jembatan Pemali yang baru saja dibuka tersebut. Selain itu, mereka juga menggelar aksi bernyanyi lagu Islami diiringi musik rebana dengan mengenakan kostum muslim lengkap sarung dan peci.
Seorang koordinator aksi tersebut mengungkapkan kegembiraannya setelah dibukanya kembali jembatan Pemali Brebes. Menurutnya, adanya perbaikan jembatan Pemali meresahkan warga sekitar, karena kemacetan yang terjadi setiap hari menyebabkan banyak sekali kerugian di berbagai bidang dan lapisan masyarakat. Beliau dan anggota aksi tersebut, serta warga Brebes, masih menunggu janji pemerintah (pihak jasa marga) bahwa perbaikan jembatan akan selesai total pada H-10 lebaran.
Jembatan yang di perbaiki di jalur pantura Brebes ada tiga jembatan, meliputi Jembatan Pakajangan, Jembatan Balaikambang dan Jembatan Pemali sendiri, yang sekarang baru dibuka. Walaupun kondisi Jembatan Pemali belum sempurna 100%, hanya kendaraan kecil, sepeda motor, dan bus kecil yang bisa melintas di jembatan Pemali sisi utara, namun warga bersyukur, setidaknya kemacetan sudah berkurang dan arus lalu linta sudah mulai lancar. Untuk bus besar, truk-truk besar dan bermuatan berat sementara masih menggunakan jembatan sebelah selatan dengan satu sisi, seperti dituturkan oleh Asisten Pengawas Bina Marga Jateng.
Beliau juga menuturkan bahwa untuk proses pemasangan trotoar, katanya, paling lambat satu pekan sudah selesai kemudian dilanjutkan dengan proses pengaspalan bersamaan dengan Jembatan Pakijangan dan Balaikambang yang telah dibuka beberapa pekan lalu.

Sumber berita : Republika.com, Senin, 01 Agustus 2011 15:08 WIB
–42m1–