Berita mengenai kemacetan Pantura Brebes sudah sering kita dengar dan mungkin untuk sebagian warga merasa bosan dengan berita yang ada. Namun memang kenyataan yang ada adalah seperti yang sudah diberitakan di berbagai media. Jalur pantura Brebes macet hingga kiloan meter. Banyak pengguna jalan yang mengeluhkannya. Setelah beberapa bulan macetnya jalur pantura, menyebabkan berbagai masalah dan akibat. Sebaian warga pun memanfaatkan hal tersebut.

Namun, tidak sedikit pengguna jalan yang mencari jalan alternatif sendiri menuju tempat tujuan mereka, walaupun sudah banyak jasa penunjuk jalan alternatif.

Kebanyakan pengguna jalan mencari jalan alternatif jauh dari sebelum basuk kota Brebes. Dari arah barat misanya. Setelah keluar dari Tol Kanci Pejagan di desa Tegongan, pengguna jalan tidak memilih pantura. Namun, mereka menggunakan jalan alternatif Ketanggungan – Slawi, yang tembus ke Tegal dan Semarang. Usaha tersebut mengurangi kemacetan di Pantura.

Namun, masalah lain justru datang. Berawal memasuki kawasan Ketanggungan, sepanjang jalan Jenderal Sudirman, khususnya di pertigaan Masjid Jami, jembatan sungai Babakan, dan pertigaan Dermoleng oleh pasar dermoleng, kemacetan sudah mulai terjadi. Dilanjutkan ke timur dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang mengharuskan para pengguna jalan untu berhati-hati dan mengantre untuk memilih jalan yang dapat dilalui. Dan kemacetan yang sering terjadi di perempatan pasar sitanggalpun harus diperhatikan oleh para pengguna jalan.

Jalur alternatif Ketanggungan (Kab. Brebes) – Slawi (Kab. Tegal) yang digunakan sebagai solusi agar tidak terjebak kemacetan di pantura, masih belum dapat dilalui oleh kendaraan seperti yang seharusnya. Jalur tersebut juga mengalami banyak kerusakan parah di beberapa titik seperti di Dukuhturi II, Bulakelor, Sitanggal – Lamaran, sampai Jatibarang, mengakibatkan kemacetan di jalur alternatif tersebut tidak dapat dihindari. Parahnya lagi, di beberapa titik hanya bisa dilalui oleh kendaraan dari satu arah karena masih dalam perbaikan, seperti di dusun Lamaran desa Sitanggal, Larangan Brebes, dengan panjang kemacetan mencapai beberapa kilometer dari arah barat dan timur.

Itu menggambarkan betapa parahnya jalan-jalan di Kabupaten Brebes. Memang sudah banyak ruas jalan yang diperbaiki atau ditambal sulam, namun kebanyakan dari ruas jalan yang masih rusak. Pekerjaan perbaikan yang dilakukan mangacu pada akan datangnya arus mudik dan balik pada akhir agustus nanti, yang dapat dipastikan akan difungsikannya jalur alternatif Ketanggungan – Slawi sebagai jalur alternatif menuju Semarang dan Surabaya.